Kamis, 11 Oktober 2012

Perbaikan Kuis Komunikasi


Nama : Faisal Anugrah
Nim : 11S10011

1.     Jelaskan menurut anda tujuan komunikasi?
Jawab :
1.Tujuan komunikasi adalah untuk mempermudah suatu kegiatan dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
2.Supaya yang kita sampaikan dapat mengerti, sebagai komunikator kita harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengakui apa yang kita maksud.
3.Memahami orang lain. Kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan kemauannya.

2.     Jelaskan menurut saudara apa saja unsur-unsur komunikasi?

Jawab :

1.       Sumber (orang yang memprakarsai komunikasi)

Sebelum masuk ke dalam proses komunikasi dengan orang lain, di dalam pikiran pengirim terjadi semacam rangsangan atau stimulus. Rangsangan itu dapat terjadi karena faktor di luar dirinya maupun karena hasil pengolahan isi pikiran yang ada di dalam benaknya. Peristiwa rangsangan dan pengolahan isi di dalam pikiran itu menimbulkan kebutuhan pada diri pengirim dan mendorongnya untuk menyampaikan perasaan atau gagasannya kepada orang lain.

2.      Pesan (pesan yang disampaikan dalam komunikasi)
Pesan yang dikomunikasikan adalah pesan yang berarti dan informatif. Anti dapat bersifat material seperti bahan bangunan, ekonomis seperti produk atau jasa, estetis seperti barang seni, etis seperti perbuatan amal kasih, atau religius seperti doa. Informatif bila pesan itu mengandung peristiwa, data, fakta, atau penjelasannya. Pesan itu disampaikan untuk menghibur, memberi inspirasi, memberi informasi, meyakinkan atau mengajak untuk berbuat sesuatu. Agar dapat diterima dengan baik dan mendatangkan basil yang diinginkan, entah secara verbal atau nonverbal pesan itu dirumuskan dalam bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan berdasarkan keadaan penerima, hubungan pengirim dan penerima, dan dengan situasi waktu komunikasi dilakukan.

3.       Media (media yang digunakan)
Media lisan : pesan yang disampaikan melalui media lisan dapat dilaksanakan dengan menyampaikan sendiri (in person), melalui telpon. Penerima bias seorang diri, kelompok besar atau massa.
Media tertulis : pesan yang disampaikan secara tertulis dapat disampaikan melalui surat, memo, poster, dan lain-lain.
Media elektronik : pesan yang disampaikan secara elektronik dilakukan melalui e-mail, radio, dan televisi.

4.       Penerima (yang menerima pesan)
Penerima menerima pesan melalui indranya terutama telinga dan mata. Begitu menerima kode, tanda, lambang, entah verbal maupun nonverbal, penerima membuka pinto khazanah ingatan (memory) dalam benaknya. KumpuIan ingatan itu merupakan akumulasi warisan budaya, asuhan, pendidikan, lingkungan, prasangka, dan biasnya. Jika tidak terganggu oleh gangguan-gangguan komunikasi, berdasarkan ingatannya itu, penerima dapat menafsirkan dan menerjemahkan pesan yang diterimanya.

5.       Konteks (kondisi fisik, cultural dan psikologis)
Pada waktu berkomunikasi dengan orang lain, kita tidak hanya mempertimbangkan isi dan cara me-nyampaikan, tetapi juga situasi ketika komunikasi akan kita sampaikan.

6.      Efek (perubahan perilaku / aksi reaksi dari penerima pesan)
7.      Gangguan (hambatan yang dirasakan saat berkomunikasi)
Segala sesuatu yang menghambat atau mengurangi kemampuan kita untuk mengirim dan menerima pesan.


3.     Menurut saudara bagaimana cara mengatasi hambatan komunikasi?

Jawab :
1.      Gunakan umpan balik (feedback), setiap orang yang berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan bicaranya baik bahasa verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.
2.      Pahami perbedaan individu atau kompleksitas individu dengan baik. Setiap individu merupakan pribadi yang khas yang berbeda baik dari latar belakang psikologis, sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Dengan memahami, seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat dalam berkomunikasi.
3.      Gunakan komunikasi langsung (face to face), Komunikasi langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif. Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa non verbal. Disamping kata-kata yang selektif dapat pula digunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa tubuh lainnya dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa) yang membuat komunikasi lebih berdaya guna.
4.      Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Kosa kata yang digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan menggunakan istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar. Gunakan pola kalimat sederhana (kanonik) karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat membuat pesan sulit dimengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar