Nama : Faisal Anugrah
Nim : 11S10011
1.
Jelaskan menurut anda tujuan komunikasi?
Jawab
:
1.Tujuan
komunikasi adalah untuk mempermudah suatu kegiatan dalam mencapai suatu tujuan
tertentu.
2.Supaya
yang kita sampaikan dapat mengerti, sebagai komunikator kita harus menjelaskan
kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka
dapat mengerti dan mengakui apa yang kita maksud.
3.Memahami
orang lain. Kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat
tentang apa yang diinginkan kemauannya.
2.
Jelaskan menurut saudara apa saja unsur-unsur
komunikasi?
Jawab :
1. Sumber (orang
yang memprakarsai komunikasi)
Sebelum masuk ke dalam proses komunikasi dengan orang lain, di
dalam pikiran pengirim terjadi semacam rangsangan atau stimulus. Rangsangan itu
dapat terjadi karena faktor di luar dirinya maupun karena hasil pengolahan isi
pikiran yang ada di dalam benaknya. Peristiwa rangsangan dan pengolahan isi di
dalam pikiran itu menimbulkan kebutuhan pada diri pengirim dan mendorongnya untuk
menyampaikan perasaan atau gagasannya kepada orang lain.
2. Pesan (pesan yang
disampaikan dalam komunikasi)
Pesan yang dikomunikasikan adalah pesan yang berarti dan
informatif. Anti dapat bersifat material seperti bahan bangunan, ekonomis
seperti produk atau jasa, estetis seperti barang seni, etis seperti perbuatan
amal kasih, atau religius seperti doa. Informatif bila pesan itu mengandung
peristiwa, data, fakta, atau penjelasannya. Pesan itu disampaikan untuk
menghibur, memberi inspirasi, memberi informasi, meyakinkan atau mengajak untuk
berbuat sesuatu. Agar dapat diterima dengan baik dan mendatangkan basil yang
diinginkan, entah secara verbal atau nonverbal pesan itu dirumuskan dalam
bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan berdasarkan keadaan penerima,
hubungan pengirim dan penerima, dan dengan situasi waktu komunikasi dilakukan.
3. Media (media
yang digunakan)
Media lisan : pesan yang disampaikan melalui media lisan dapat
dilaksanakan dengan menyampaikan sendiri (in person), melalui telpon. Penerima
bias seorang diri, kelompok besar atau massa.
Media tertulis : pesan yang disampaikan secara tertulis dapat
disampaikan melalui surat, memo, poster, dan lain-lain.
Media elektronik : pesan yang disampaikan secara elektronik
dilakukan melalui e-mail, radio, dan televisi.
4. Penerima (yang
menerima pesan)
Penerima menerima pesan melalui indranya terutama telinga dan
mata. Begitu menerima kode, tanda, lambang, entah verbal maupun nonverbal,
penerima membuka pinto khazanah ingatan (memory) dalam benaknya. KumpuIan
ingatan itu merupakan akumulasi warisan budaya, asuhan, pendidikan, lingkungan,
prasangka, dan biasnya. Jika tidak terganggu oleh gangguan-gangguan komunikasi,
berdasarkan ingatannya itu, penerima dapat menafsirkan dan menerjemahkan pesan
yang diterimanya.
5. Konteks (kondisi
fisik, cultural dan psikologis)
Pada waktu berkomunikasi dengan orang lain, kita tidak hanya
mempertimbangkan isi dan cara me-nyampaikan, tetapi juga situasi ketika
komunikasi akan kita sampaikan.
6. Efek (perubahan
perilaku / aksi reaksi dari penerima pesan)
7. Gangguan (hambatan
yang dirasakan saat berkomunikasi)
Segala sesuatu yang menghambat atau mengurangi kemampuan kita
untuk mengirim dan menerima pesan.
3.
Menurut saudara bagaimana cara mengatasi
hambatan komunikasi?
Jawab :
1. Gunakan umpan balik (feedback),
setiap orang yang berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan
bicaranya baik bahasa verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran
terhadap umpan balik itu secara benar.
2. Pahami perbedaan individu atau
kompleksitas individu dengan baik. Setiap individu merupakan pribadi yang khas
yang berbeda baik dari latar belakang psikologis, sosial, ekonomi, budaya dan
pendidikan. Dengan memahami, seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat
dalam berkomunikasi.
3. Gunakan komunikasi langsung (face
to face), Komunikasi langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena
sifatnya lebih persuasif. Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa
non verbal. Disamping kata-kata yang selektif dapat pula digunakan kontak mata,
mimik wajah, bahasa tubuh lainnya dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa)
yang membuat komunikasi lebih berdaya guna.
4. Gunakan bahasa yang sederhana dan
mudah. Kosa kata yang digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan
menggunakan istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar. Gunakan pola
kalimat sederhana (kanonik) karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat
membuat pesan sulit dimengerti.