I.Pendahuluan
Gizi masih menjadi masalah di negara maju dan
berkembang salah satunya di negara kita (Indonesia). Indonesia merupakan salah
satu negara yang perlu diperhatikan terutama dimasalah kesehatan khusus masalah
Gizi karena di negara kita masih banyak masyarakatnya yang mengalami Gizi
Buruk.
Faktor
– faktor yang meyebabkan masyarakat kurang sehat salah satunya kurangnya
komunikasi dan penyuluhan terhadap masyarakat.
II.Definisi komunikasi Gizi
Komunikasi Gizi
merupakan Alat penting yang dapat dijadikan sebagai media atau penghubung antara
orang-orang yang bergerak dalam bidang Gizi dan masyarakat untuk
saling bertukar informasi. Oleh karena itu komunikasi sangat penting untuk
merubah sikap atau prilaku masyarakat hidup sehat.
III.Tujuan Komunikasi
Gizi
Komunikasi
merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia dalam kaitannya
dengan hubungan antar manusia. Bila di suatu tempat terdapat dua manusia atau
lebih, dapat dipastikan terjadi komunikasi manusia.
Tujuan
komunikasi di dalam masyarakat amatlah banyak, akan tetepi pada umumnya dinilai
penting antra lain.adalah fungsi pengawasan . Bagi masyarakat, fungsi ini
antara lain adanya bahaya atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung
meletus . komunikasi massa juga dapat dimanfaatkan dalam pemberian penyuluhan,
tapi pada kenyataan yang ada komunikasi seperti ini banyak dilakukan oleh
pemegag kekuasan dalam rangka memonitor gejolak atau aktifitas masyarakat,
sehingga lebih lanjut dapat mengatur strategi yang sebaiknya di ambil untuk
mengendalikan mereka. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menembah keyakinan
kelompok- kelompok masyarakat untuk semakin yakin atas gerakan- gerakan yang
diambil dan bergabung dengan kelompok lainnya.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.
IV.Fungsi Komunikasi
Gizi
komunikasi
memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut antara lain :
1) Informasi
: Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaranberita, data, gambar,
faktadan pesan opini dan komentar yangdibutuhkan agar dapat dimengerti dan
beraksi secara jelas terhadapkondisi lingkungan dan orang lain agar dapat
mengambilkeputusan yang tepat.
2) Sosialisasi
(pemasyarakatan) : Penyediaan sumber ilmupengetahuan yang memungkinkan
orang bersikap dan
bertindaksebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akanfungsi
sosialnya sehingga ia dapat aktif di dalam masyarakat.
3) Motivasi
: Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendekmaupun jangka panjang,
mendorong orang menentukan pilihannyadan keinginannya, mendorong kegiatan
individu dan kelompokberdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
4) Perdebatan
dan diskusi : Menyediakan dan saling menukar faktayang diperlukan untuk
memungkinkan persetujuan ataumenyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah
iagon,menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan untukkepentingan
umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dalammasalah yang menyangkut
kepentingan bersama ditingkat nasionaldan iago.
5) Pendidikan
: Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorongperkembangan intelektual,
pembentuk watak dan pendidikanketerampilan dan kemahiran yang diperlukan pada
semua bidangkehidupan.
6) Memajukan
kebudayaan : Penyebaran hasil kebudayaan dan senidengan maksud melestarikan
warisan masa lalu, perkembangankebudayaan dengan memperluas horizon
seseorang,membangunkan imajinasi dan mendorong kreatifitas dankebutuhan
estetikanya.
7) Hiburan
: Penyebarluasan sinyal, iagon, suara, dan image dari drama, tari,
kesenian, kesusasteraan, iago, olahraga, permainandan lain-lain untuk rekreasi,
kesenangan kelompok dan individu.
8) Integrasi
: Menyediakan bagi bangsa, kelompok dan individukesempatan untuk memperoleh
berbagai pesan yang merekaperlukan agar mereka dapat saling kenal dan mengerti
danmenghargai kondisi, pandangan dan keinginan orang lain.
Fungsi
adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu.
Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi
yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Komunikasi
berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang
pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi
dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam
bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi
media masa telah mengalami banyak perubahan.
Sedangkan
dalam bidang Gizi komunikasi dapat dijadikan media atau penyalur informasi yang
berupa pengetahuan atau penyuluhan-penyuluhan gizi yang dapat diberikan kepada
masyarakat sebagai bekal untuk gerakan masyarakat sadar Gizi.
V.Konsep Komunikasi Gizi
Komunikasi
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai makhluk sosial, kegiatan
sehari-hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan
kebutuhan hidup. Ada beberapa pengertian mengenai komunikasi yang
dikemukakan para ahli.
Menurut
Aristoteles (384 – 322 SM) unsur yang terpenting dalam proses komunikasi adalah
si pemberita, isi berita dan sipenerima. Harold Koont dan Cyril O”Donell
mengemukakan pengertian komunikasi adalah pemindahan informasi dari satu orang
ke orang lain terlepas percaya atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer
tentunya harus dimengerti oleh penerima. Sedangkan Taylor (1993) mengatakan
bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang
menimbulkan dan meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi
penambahan pengertian antara pemberi informasi dengan penerima informasi
sehingga mendapatkan pengetahuan.
5.1. Komponen Komunikasi
Muhammad (1989) mengemukakan bahwa komponen dasar komunikasi ada
lima yaitu :
f. Pengirim
Pesan
Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirimkan
pesan. Dalam komunikasi, pengirim pesan disebut juga dengan komunikator. Dari
komunikator pesan dan informasi dikirimkan kepada penerima pesan nantinya.
2) Pesan
Pesan adalah informasi yang akan dikirim kepada si penerima.
Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Verbal merupakan pesan yang
menggunakan kata-kata seperti percakapan, surat, majalah dan sebagainya. Pesan
nonverbal merupakan pesan yang berupa isyarat, gerakan badan, ekspresi wajah
dan nada suara.
3) Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim kepada
penerima. Saluran ini dapat berupa buku, radio, film, iagonal dan yang paling
pokok adalah gelombang suara dan cahaya.
4) Penerima pesan
Penerima pesan adalah individu atau orang yang menganalisis dan
menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Dalam komunikasi penerima pesan
ini disebut juga komunikan
5) Balikan
Balikan adalah respon dari penerima pesan(komunikan) terhadap
pesan yang diterima yang dikirimkan oleh pengirim pesan(komunikator). Adanya
balikan ini memungkinkan bagi komunikator untuk mengetahui apakah komunikan
telah menginterpretasikan pesan yang dikirim, sesuai dengan yang dimaksudkan.
5.2. Pola Komunikasi
Menurut Purwanto (2002), “ secara umum pola komunikasi (patterns
of communications) dapat dibedakan ke dalam saluran komunikasi
formal (formal communications channel) dan saluran komunikasi
nonformal (informal communications channel)
Lebih lanjut, saluran komunikasi formal ini dapat berbentuk
komunikasi dari atas ke bawah, komunikasi dari bawah ke atas, komunikasi
horizontal dan komunikasi diagonal.
f. Komunikasi
dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah merupakan pemindahan informasi
dari atasan atau pimpinan kepada bawahan atau pengikut. Aliran komunikasi ini
umumnya terakit dengan tanggung jawab pimpinan dalam organisasi.
2) Komunikasi dari bawah ke atas
Komunikasi dari bawah keatas merupakan pemindahan informasi dari
bawahan atau pengikut kepada atasan atau pimpinan. Komunikasi ini biasanya
berisikan laporan-laporan kerja, penyampaian aspirasi dan sebagainya.
3) Komunikasi horizontal
Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang terjadi antara
bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu
organisasi. Dalam hal ini, komunikasi dilakukan untuk melakukan persuasi,
mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian lain yang sederajat.
4) Komunikasi iagonal
Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang melibatkan antara
dua tingkat (level organisasi yang berbeda). Biasanya, komunikasi ini terjadi
pada organisasi yang berskala besar.
4. Komunikasi Efektif
komunikasi efektif terjadi apabila orang berhasil menyampaikan
apa yang dikasudkannya. Menurut Tubbs, (Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi
dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh
pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan
dipahami oleh penerima”.
5. Hambatan Komunikasi
hambatan – hambatan
dalam komunikasi :
Hambatan komunikasi
dapat di kelompokkan menjadi tiga jenis berikut:
1. Technical
Barrier (Hambatan Tehnik)
a. Timing
Waktu merupakan factor
yang perlu diperhatikan dalam mengirim pesan,jadi perlu dilakukan penelitian
sebelumnya tentang waktu yang tepat untuk mengirim pesan agar pesan dapat
diterima kepada komunikan yang dimaksud.
b. Information
Load
Kondisi ini dapat
terjadi apabila komunikan menerima banyak pesan pada satu waktu atau apabila
terdapat banyak pesan melalui multimedia yang pesannya bertentangan.
c. Cultural
Difference
Terdapat kebiasaan
yang berbeda,misalnya tentang media habit sehingga perlu diketahui media habit
pada populasi komunikan.
2. Linguage
Barrier (Hambatan Bahasa)
a. Language
Bahasa pengantar yang
berbeda antara komunikator dengan komunikan tentu menyebabkan pesan tidak akan
sampai dan diterima oleh komunikan.
b. Vocabulary
Kata-kata dalam
komunikasi sebaiknya di gunakan sesuai dengan segmen komunikan, yang dapat
dibedakan berdasarkan usia, tingkat pendidikan, social ekonomi, dan lain-lain.
c. Somantic
Komunikator sebaiknya
dapat memilih kata-kata yang tepat, jangan sampai memberikan kata-kata yang
dapat memberikan arti yang berbeda kepada komunikan.
d. Jargon
Komunikator sebaiknya
mengerti istilah-istilah tertentu yang biasa di gunakan dalam percakapan
sehingga dapat lebih mudah di mengerti.
3. Psychological
Barrier (Hambatan Psikologi)
a. Information
Filtering
Apabila pesan yang
disampaikan dari mulut ke mulut , pesan yang akan disampaikan ke komunikan
terkadang berbeda dengan pertama hal ini dikarenakan adanya Information
Filtering.Maka, perlu dipertimbangkan media yang sesuai agar pesan dapat
disampaikan tanpa mengubah isi pesan.
b. Lacking
Trust
Komunikasi kurang
berhasil akibat ketidakpercayaan masyarakat kepada si pemberi pesan.
c. Pre-occupation
Pesan tidak akan
sampai kepada penerima pesan jika si penerima pesan sibuk dengan diriny sendiri
atau sibuk dengan kegiatanya masing-masing.
d. Hearing
what we expect to hear
Pesan akan di
dengarkan oleh penerima pesan apabila memang menjadi kebutuhan penerima
pesan,tetapi jika pesan tersebut bukan merupakan kebutuhan penerima pesan maka
akan sulit untuk di dengarkan.
e. Perception
set Different
Ketidakberhasilan
komunikasi bias terjadi karena perbedaan persepsi antara komunikator dengan
komunikan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor seperti pengalaman,
tingkatpendidikan, dan nilai/norma.
f. Noise
Noise adalah gangguan
yang terjadi pada saat ditransmisikan pesan dari komunikator kepada komunikan.
VI.Penutup
Evaluasi intervensi
dilakukan untuk melihat jika tujuan telah tercapai dan untuk menentukan jika
prosedur yang dilakukan telah sesuai dengan harapan. Evaluasi dilakukan pada
saat intervensi sedang berjalan atau setelah intervensi selesai di lakukan.
Dengan begitu komunikasi atau penyuluhan bisa berjalan dengan lancar,sehingga
masyarakat bisa merubah gaya hidup menjadi lebih baik.
VII.Daftar Pustaka
http://idotobing.blogspot.com/2009/05/konsep-konsep-dasar-komunikasi.html
http://jilis.blogspot.com/2008/09/fungsi-komunikasi.html
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/11/28/konsep-dasar-komunikasi/
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/09/24/komunikasi-efektif/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar