Jumat, 21 September 2012

Komunikasi Interpersonal


1. Pendahuluan
Didalam kehidupannya sehari-hari manusia harus berkomunikasi, hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesamanya. Dalam kehidupannya manusia sering dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal. Komunikasi interpersonal mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena dengan berkomunikasi secara tatap muka manusia dapat lebih leluasa dalam berinteraksi dengan sesama, dari pada melalui alat komunikasi lainnya.

2. Pengertian Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal adalah suatu bentuk komunikasi yang mempertemukan secara tatap muka pihak komunikator dan komunikan. Pesan disampaikan secara langsung dari komunikator, dan secara langsung dapat langsung menerima umpan balik/feedback dari komunikan. Keuntungan menggunakan komunikasi interpersonal tatap muka adalah kita dapat melihat respon balik atau umpan balik komunikan saat melakukan proses interaksi. Jika umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka kita pesan kita dapat diterima dengan baik oleh komunikasn. Sebaliknya bila respon bersifat negative, maka kita sebagai komunikator harus memperbaiki cara penyampaian pesan yang dimaksud.
Klasifikasi Komunikasi Interpersonal
Redding yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
a) Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili, dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.
b) Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.
c) Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.
d) Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.

3. Tujuan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :
A. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengen
ai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.
B. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari atau didalami melalui interaksi interpersonal.
C. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti
Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain.
D. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal.
E. Untuk Bermain dan Kesenangan
Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita.
F. Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya.

4. Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Interpersonal
Kelebihan komunikasi interpersonal yaitu komunikasi ini dapat dengan mudah membujuk lawan bicaranya karena adanya pengaruh komunikasi lain dan pengaruh lingkungannya. Dengan berkomunikasi secara tatap muka maka seseorang dapat mengetahui informasi dari orang lain dengan sedalam-dalamnya dan selengkap-lengkapnya.
Kelemahan dari komunikasi interpersonal yaitu komunikator dan komunikan harus bertemu dalam melakukan proses komunikasi dan menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat. Memang, sebenarnya komunikasi tatap muka dapat menjadi lebih efektif bila melakukan hal melobby yang biasa dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan pimpinan perusahaan lainnya.
5. Penutup
Komunikasi interpersonal terbukti mampu mengubah khalayak atau individu dengan pendekatan – pendekatan yang dilakukan dengan cara sangat personal dan Komunikasi juga berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi media masa telah mengalami banyak perubahan
6. Daftar Pustaka
, diakses tanggal 19 September 2012
diakses tanggal 20 september 2012
diakses tanggal 20september 2012)

Jumat, 14 September 2012

KOMUNIKASI GIZI




I.Pendahuluan
Gizi masih menjadi masalah di negara maju dan berkembang salah satunya di negara kita (Indonesia). Indonesia merupakan salah satu negara yang perlu diperhatikan terutama dimasalah kesehatan khusus masalah Gizi karena di negara kita masih banyak masyarakatnya yang mengalami Gizi Buruk.
        Faktor – faktor yang meyebabkan masyarakat kurang sehat salah satunya kurangnya komunikasi dan penyuluhan terhadap masyarakat.
               
II.Definisi komunikasi Gizi
Komunikasi Gizi merupakan Alat penting yang dapat dijadikan sebagai media atau penghubung antara orang-orang yang bergerak dalam bidang Gizi dan masyarakat  untuk saling bertukar informasi. Oleh karena itu komunikasi sangat penting untuk merubah sikap atau prilaku masyarakat hidup sehat.
III.Tujuan Komunikasi Gizi
Komunikasi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia. Bila di suatu tempat terdapat dua manusia atau lebih, dapat dipastikan terjadi komunikasi manusia.
                  Tujuan komunikasi di dalam masyarakat amatlah banyak, akan tetepi pada umumnya dinilai penting antra lain.adalah fungsi pengawasan . Bagi masyarakat, fungsi ini antara lain adanya bahaya atau bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus . komunikasi massa juga dapat dimanfaatkan dalam pemberian penyuluhan, tapi pada kenyataan yang ada komunikasi seperti ini banyak dilakukan oleh pemegag kekuasan dalam rangka memonitor gejolak atau aktifitas masyarakat, sehingga lebih lanjut dapat mengatur strategi yang sebaiknya di ambil untuk mengendalikan mereka. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menembah keyakinan kelompok- kelompok masyarakat untuk semakin yakin atas gerakan- gerakan yang diambil dan bergabung dengan kelompok lainnya.
Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahwa fungsi komunikasi, dapat juga negatif. Misalnya saja dapa menimbulkan kegelisahan masyarakat karena adanya ancaman perang. Srmakin tidak terkendalinya harga-harga bahan pangan, atau bahkan semakin menghilangnya bahan-bahan pangan dari peredaran, dan sejanisnya. Sementara itu, fungsi interprestasi dan preskripsi juga tak kalah pentingnya, terutama menyangkut berita-berita tentang kejadian yang dapat menimbulkan dampak negatif yang membahayakan masyarakat.

IV.Fungsi Komunikasi Gizi

komunikasi memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut antara lain :
1)      Informasi : Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaranberita, data, gambar, faktadan pesan opini dan komentar yangdibutuhkan agar dapat dimengerti dan beraksi secara jelas terhadapkondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambilkeputusan yang tepat.
2)      Sosialisasi (pemasyarakatan) : Penyediaan sumber ilmupengetahuan yang memungkinkan
orang bersikap dan bertindaksebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akanfungsi sosialnya sehingga ia dapat aktif di dalam masyarakat.
3)      Motivasi : Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendekmaupun jangka panjang, mendorong orang menentukan pilihannyadan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompokberdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
4)       Perdebatan dan diskusi : Menyediakan dan saling menukar faktayang diperlukan untuk memungkinkan persetujuan ataumenyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah iagon,menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan untukkepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dalammasalah yang menyangkut kepentingan bersama ditingkat nasionaldan iago.
5)       Pendidikan : Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorongperkembangan intelektual, pembentuk watak dan pendidikanketerampilan dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidangkehidupan.
6)       Memajukan kebudayaan : Penyebaran hasil kebudayaan dan senidengan maksud melestarikan warisan masa lalu, perkembangankebudayaan dengan memperluas horizon seseorang,membangunkan imajinasi dan mendorong kreatifitas dankebutuhan estetikanya.
7)       Hiburan : Penyebarluasan sinyal, iagon, suara, dan image dari  drama, tari, kesenian, kesusasteraan, iago, olahraga, permainandan lain-lain untuk rekreasi, kesenangan kelompok dan individu.
8)      Integrasi : Menyediakan bagi bangsa, kelompok dan individukesempatan untuk memperoleh berbagai pesan yang merekaperlukan agar mereka dapat saling kenal dan mengerti danmenghargai kondisi, pandangan dan keinginan orang lain.

Fungsi adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
Komunikasi berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengan (audiovisual), menyebabkan fungsi media masa telah mengalami banyak perubahan.
            Sedangkan dalam bidang Gizi komunikasi dapat dijadikan media atau penyalur informasi yang berupa pengetahuan atau penyuluhan-penyuluhan gizi yang dapat diberikan kepada masyarakat sebagai bekal untuk gerakan masyarakat sadar Gizi.


V.Konsep Komunikasi Gizi

            Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, apapun statusnya di masyarakat. Sebagai makhluk sosial, kegiatan sehari-hari selalu berhubungan dengan orang lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Ada beberapa pengertian mengenai komunikasi yang dikemukakan para ahli.
Menurut Aristoteles (384 – 322 SM) unsur yang terpenting dalam proses komunikasi adalah si pemberita, isi berita dan sipenerima. Harold Koont dan Cyril O”Donell mengemukakan pengertian komunikasi adalah pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain terlepas percaya atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer tentunya harus dimengerti oleh penerima. Sedangkan Taylor (1993) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan.
5.1. Komponen Komunikasi
Muhammad (1989) mengemukakan bahwa komponen dasar komunikasi ada lima yaitu :
f.             Pengirim Pesan
Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirimkan pesan. Dalam komunikasi, pengirim pesan disebut juga dengan komunikator. Dari komunikator pesan dan informasi dikirimkan kepada penerima pesan nantinya.
2)      Pesan
Pesan adalah informasi yang akan dikirim kepada si penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal. Verbal merupakan pesan yang menggunakan kata-kata seperti percakapan, surat, majalah dan sebagainya. Pesan nonverbal merupakan pesan yang berupa isyarat, gerakan badan, ekspresi wajah dan nada suara.
3)      Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim kepada penerima. Saluran ini dapat berupa buku, radio, film, iagonal dan yang paling pokok adalah gelombang suara dan cahaya.
4)      Penerima pesan
Penerima pesan adalah individu atau orang yang menganalisis dan menginterpretasikan isi pesan yang diterimanya. Dalam komunikasi penerima pesan ini disebut juga komunikan
5)      Balikan
Balikan adalah respon dari penerima pesan(komunikan) terhadap pesan yang diterima yang dikirimkan oleh pengirim pesan(komunikator). Adanya balikan ini memungkinkan bagi komunikator untuk mengetahui apakah komunikan telah menginterpretasikan pesan yang dikirim, sesuai dengan yang dimaksudkan.

5.2. Pola Komunikasi
Menurut Purwanto (2002), “ secara umum pola komunikasi (patterns of communications) dapat dibedakan  ke dalam saluran komunikasi formal (formal communications channel) dan saluran komunikasi nonformal (informal communications channel)
Lebih lanjut, saluran komunikasi formal ini dapat berbentuk komunikasi dari atas ke bawah, komunikasi dari bawah ke atas, komunikasi horizontal dan komunikasi diagonal.
f.             Komunikasi dari atas ke bawah
Komunikasi dari atas ke bawah merupakan pemindahan informasi dari atasan atau pimpinan kepada bawahan atau pengikut. Aliran komunikasi ini umumnya terakit dengan tanggung jawab pimpinan dalam organisasi.
2)      Komunikasi dari bawah ke atas
Komunikasi dari bawah keatas merupakan pemindahan informasi dari bawahan atau pengikut kepada atasan atau pimpinan. Komunikasi ini biasanya berisikan laporan-laporan kerja, penyampaian aspirasi dan sebagainya.
3)      Komunikasi horizontal
Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. Dalam hal ini, komunikasi dilakukan untuk melakukan persuasi, mempengaruhi dan memberikan informasi kepada bagian lain yang sederajat.
4)      Komunikasi iagonal
Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang melibatkan antara dua tingkat (level organisasi yang berbeda). Biasanya, komunikasi ini terjadi pada organisasi yang berskala besar.
4. Komunikasi Efektif
komunikasi efektif terjadi apabila orang berhasil menyampaikan apa yang dikasudkannya. Menurut Tubbs, (Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima”.
5. Hambatan Komunikasi
hambatan – hambatan dalam komunikasi :
Hambatan komunikasi dapat di kelompokkan menjadi tiga jenis berikut:
1.      Technical Barrier (Hambatan Tehnik)
a.       Timing
Waktu merupakan factor yang perlu diperhatikan dalam mengirim pesan,jadi perlu dilakukan penelitian sebelumnya tentang waktu yang tepat untuk mengirim pesan agar pesan dapat diterima kepada komunikan yang dimaksud.
b.      Information Load
Kondisi ini dapat terjadi apabila komunikan menerima banyak pesan pada satu waktu atau apabila terdapat banyak pesan melalui multimedia yang pesannya bertentangan.

c.       Cultural Difference
Terdapat kebiasaan yang berbeda,misalnya tentang media habit sehingga perlu diketahui media habit pada populasi komunikan.
2.      Linguage Barrier (Hambatan Bahasa)
a.       Language
Bahasa pengantar yang berbeda antara komunikator dengan komunikan tentu menyebabkan pesan tidak akan sampai dan diterima oleh komunikan.
b.      Vocabulary
Kata-kata dalam komunikasi sebaiknya di gunakan sesuai dengan segmen komunikan, yang dapat dibedakan berdasarkan usia, tingkat pendidikan, social ekonomi, dan lain-lain.
c.       Somantic
Komunikator sebaiknya dapat memilih kata-kata yang tepat, jangan sampai memberikan kata-kata yang dapat memberikan arti yang berbeda kepada komunikan.
d.      Jargon
Komunikator sebaiknya mengerti istilah-istilah tertentu yang biasa di gunakan dalam percakapan sehingga dapat lebih mudah di mengerti.
3.      Psychological Barrier (Hambatan Psikologi)
a.       Information Filtering
Apabila pesan yang disampaikan dari mulut ke mulut , pesan yang akan disampaikan ke komunikan terkadang berbeda dengan pertama hal ini dikarenakan adanya Information Filtering.Maka, perlu dipertimbangkan media yang sesuai agar pesan dapat disampaikan tanpa mengubah isi pesan.
b.      Lacking Trust
Komunikasi kurang berhasil akibat ketidakpercayaan masyarakat kepada si pemberi pesan.
c.       Pre-occupation
Pesan tidak akan sampai kepada penerima pesan jika si penerima pesan sibuk dengan diriny sendiri atau sibuk dengan kegiatanya masing-masing.
d.      Hearing what we expect to hear
Pesan akan di dengarkan oleh penerima pesan apabila memang menjadi kebutuhan penerima pesan,tetapi jika pesan tersebut bukan merupakan kebutuhan penerima pesan maka akan sulit untuk di dengarkan.
e.       Perception set Different
Ketidakberhasilan komunikasi bias terjadi karena perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor seperti pengalaman, tingkatpendidikan, dan nilai/norma.
f.       Noise
Noise adalah gangguan yang terjadi pada saat ditransmisikan pesan dari komunikator kepada komunikan.

VI.Penutup

Evaluasi intervensi dilakukan untuk melihat jika tujuan telah tercapai dan untuk menentukan jika prosedur yang dilakukan telah sesuai dengan harapan. Evaluasi dilakukan pada saat intervensi sedang berjalan atau setelah intervensi selesai di lakukan. Dengan begitu komunikasi atau penyuluhan bisa berjalan dengan lancar,sehingga masyarakat bisa merubah gaya hidup menjadi lebih baik.
VII.Daftar Pustaka


http://idotobing.blogspot.com/2009/05/konsep-konsep-dasar-komunikasi.html
 http://jilis.blogspot.com/2008/09/fungsi-komunikasi.html
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/11/28/konsep-dasar-komunikasi/
http://yusrizalfirzal.wordpress.com/2009/09/24/komunikasi-efektif/